Fungsi dan fitur addons Cop Filter pada IPCop

Fungsi dan fitur addons Cop Filter pada IPCop

Fungsi dan Fitur Addons Cop Filter pada IPCop

Pada Postingan kali ini saya akan menjelaskan cara installasi add-ons pada IP-COP beserta fungsi add-ons tersebut:

  •     Url Filter
    kemampuan untuk mem-blok akses ke situs-situs tertentu dengan berbagai kategori seperti situs porno, judi online, situs-situs yang mengandung konten berbahaya seperti virus dan phising, serta situs-situs lain yang ingin kita blok. Intinya semua situs bisa kita blok melalui IPCop. Serta banyak lagi kemampuan-kemampuan IPCop dalam rangka memanage jaringan lokal kita.
  •     Advproxy
memperluas fungsi web proxy mereka dengan banyak fitur tambahan serbaguna dan berguna. Paket berisi biner cumi-ulang dengan pilihan konfigurasi lanjutan untuk fleksibilitas maksimum. Antarmuka pengguna Lanjutan Proxy grafis memberi Anda akses ke pengaturan lebih dari built-in proxy yang tidak GUI.
  •     Updatexalator
Pembaruan cache file dari situs pembaruan otomatis pada permintaan pertama. Semua download berikutnya dari file-file dari klien lain akan diproses dengan kecepatan LAN. Meskipun cache Web Proxy standar melakukan hampir pekerjaan yang sama, ada perbedaan penting antara cache Web Proxy dan cache Accelerator Update. Intinya mempercepat Internet.
  •     Copfilter
Untuk menyecan/menyaring email POP3 dan SMTP dari virus danspam. Dan untuk menjaga akses HTTP dan FTP dari virus. jadi Jika virus ditemukan,maka akses ke halaman web atau file akan ditolak.
  •     Bandwidth Monitoring
Fungsi dari Bandwidth Monitor ini sendiri adalah memonitor kecepatan download dan upload dari koneksi internet yang sedang kita gunakan. Bandwidth Monitor ini sendiri cukup sederhana tampilannya sehingga mudah untuk saat melakukan monitor.
  •     BlockOutTrafik
Sebuah addon untuk IPCop v1.4.x. BOT akan memblokir seluruh lalu lintas yang diperbolehkan dalam instalasi IPCop normal. Misalnya Green -> Red diblokir setelah instalasi BOT. Peraturan harus diciptakan untuk memungkinkan lalu lintas, yang berarti (keras) bekerja tetapi pengaruh yang lebih memungkinkan untuk lalu lintas ke dan melalui firewall anda.
Yuk kita mulai penginstallannya
  •     Pertama masuk ke IPCOPnya

  •  setelah itu coba ping IP green nya



  • Buka Mozila dan visit https://ipgreenanda:445


  • Pilih I understand the Risks dan add exception dan setelah itu comfirm security exception 


  • setelah masuk di homepagenya pilih connect

  • Masukan username dan password

  •  setelah itu pilih menu service dan pilih intrusion detection system dan centang green and red untuk meruning lalu aplly dan save
  • Setelah itu ke system lalu pilih ssh dan centang ssh lalu save




    •   buka winscp untuk mengtransfer data dari windows ke linux dan login seperti beriku

  • Pilih Update

  • Tampilan setelah login


  • Copy data yang akan kita install
Read More
Fungsi dan fitur addons Update Accelerator pada IPCop

Fungsi dan fitur addons Update Accelerator pada IPCop

    Fungsi dan fitur addons Update Accelerator pada IPCop adalah Pembaruan cache file dari situs pembaruan otomatis pada permintaan pertama. Semua download berikutnya dari file-file dari klien lain akan diproses dengan kecepatan LAN. Meskipun cache Web Proxy standar melakukan hampir pekerjaan yang sama, ada perbedaan penting antara cache Web Proxy dan cache Accelerator Update. Intinya mempercepat Internet.





by: http://belinux-arif.blogspot.com
Read More
Apa fungsi aplikasi WinSCP pada IPCop

Apa fungsi aplikasi WinSCP pada IPCop

 Fungsi Aplikasi WinSCP pada IPCop

    Winscp adalah aplikasi yg berfungsi untuk transfer file atau copy file antara windows dengan linux. Kegunaan dari WinSCP ini adalah sebagai alat untuk transfer, atau lebih familiar kita kenal dengan sebutan upload dan download file melalui protokol ftp dan secure shell (SSH), Dengan WinSCP kita juga dapat melakukan editorial seperti mengedit isi file, merubah nama file menghapus file dan lain sebagainya. Berikut adalah toturial penggunaannya,

  1.     Download Winscp.
  2.     Install winscp yang sudah terdownload.
  3.     Buka winscp yang sudah terinstall.
  4.     Atur / buat alamat baru untuk clien di stored session – new
  5.    Tentukan :
  1.     alamat / host name linux. : semisal pakai IP, ketik IP Adressnya . ex : 192.168.1.
  2.     port default : 22
  3.     isi user name clien linux & Paswordnya
  4.     kosongkan aja private key file jika tidak diperlukan
  5.     protocol biarkan seperti adanya
  6.     save ,Oke lalu masuk stored session – pilih cliennya dan LOGIN


 Pertanyaan-pertanyaan untuk Winscp:

1. Apa itu SSH?
Jawab: SSH adalah sebuah protokol yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Beberapa aplikasi di bawah ini mungkin membutuhkan fitur-fitur yang hanya tersedia atau yang kompatibel dengan klien atau server SSH yang spesifik. Sebagai contoh, menggunakan protokol SSH untuk mengimplementasikan VPN adalah dimungkinkan, tapi sekarang hanya dapat dengan implementasi server dan klien OpenSSH.

2. Apa fungi WinsCP dalam kehidupan sehari-hari?
Jawab: Menyediakan sarana prigman data yang aman antara computer local dan computer remote.

3. Apa kegunaan dari SSH?
Jawab: SSH kegunaannya yaitu,
• untuk login ke shell pada remote host (menggantikan Telnet dan rlogin)
• untuk mengeksekusi satu perintah pada remote host (menggantikan rsh) • untuk menyalin file dari server lokal ke remote host. Lihat SCP, sebagai alternatif untuk rcp
• dalam kombinasi dengan SFTP, sebagai alternatif yang aman untuk FTP transfer file
• dalam kombinasi dengan rsync untuk mem-backup, menyalin dan me-mirror file secara efisien dan aman
• untuk port forwarding atau tunneling port (jangan dikelirukan dengan VPN yang rute paket antara jaringan yang berbeda atau menyambung dua wilayah broadcast menjadi satu)
• untuk digunakan sebagai VPN yang terenkripsi penuh. Perhatikan bahwa hanya OpenSSH server dan klien yang mendukung fitur ini
• untuk meneruskan X11 melalui beberapa host
• untuk browsing web melalui koneksi proxy yang dienkripsi dengan klien SSH yang mendukung protokol SOCKS
• untuk mengamankan mounting direktori di server remote sebagai sebuah sistem file di komputer lokal dengan menggunakan SSHFS
• untuk mengotomasi remote monitoring dan pengelolaan server melalui satu atau lebih dari mekanisme seperti yang dibahas di atas.

4. Apa yang dimaksud fitur drag and drop?
  Jawab: Drag adalah sebuah perangkat yang menunjukkan lokasi yang diinginkan. Drop adalah sebuah objek yang melepaskan tombol.

5. Kapan WinsCP mulai dikenal banyak orang?
   Jawab: Sejak tanggal 27 Oktober 2011.
6. Apa kegunaan WinsCP yang lain?

 Jawab: Menyediakan sarana prigman data yang aman antara computer local dan computer remote.
7. Adakah kekurangan dari aplikasi WinsCP? Jika ada sebutkan!
 Jawab: Jika ingin mengkonfingure/compile suatu file pasti WinsCP tidak akan merenspon ke shell server kita, dan akan muncul tulisan aborting artinya terputus koneksi.

8. Selain WinsCP 3 adakah jenis WinsCP lain?
Jawab: ada, yaitu winscp 1, 2, dll

9. Mengapa WinsCP tidak memerlukan installasi? Jelaskan!
       Jawab: winscp memerlukan instalasi, jika tidak di install winscp tidak bisa digunakan.

10. Apa Kegunaan Winscp?
Jawab: kegunaan dari WinSCP ini adalah sebagai alat untuk transfer, atau lebih familiar kita kenal dengan sebutan upload dan download file melalui protokol ftp dan secure shell (SSH), Dengan WinSCP kita juga dapat melakukan editorial seperti mengedit isi file, merubah nama file Menghapus file dan lain sebagainya.

11. Apa yang dimaksud dengan winscp?
Jawab: WinSCP adalah aplikasi yg berfungsi untuk transfer file atau copy file antara windows dengan linux.


by: http://tugas-selesai.blogspot.com
Read More
Port yang digunakan untuk membuka akses IPCop melalui browser di Windows

Port yang digunakan untuk membuka akses IPCop melalui browser di Windows

 Port yang digunakan untuk Membuka Akses IPCop Melalui Browser di Windows

     Mengaktifkan Proxy Service Langkah untuk mengaktifkan proxy service adalah Menu system - secure shell - sebaiknya diaktifkan agar IPCop bisa kita remote menggunakan SSH ke port 222, seperti terlihat pada gambar.




     Services - proxy : sebaiknya mengaktifkan LOG dan mengubah proxy PORT. Normalnya IPCop menggunakan port 800, lebih baik di ubah port ini ke layaknya port proxy seperti 8080 atau 3128. Memberikan centang tanda Enable on Green agar proxy service dijalankan.
Transparent on Green, artinya web proxy bersifat transparan, atau terbuka untuk seluruh akses dari client tanpa harus mengarahkan browser ke web proxy. Client cukup diarahkan gatewaynya ke ipcop, DNS pun bisa hanya diarahkan ke ip ipcop, karena ipcop berfungsi  sekaligus sebagai dns server/wins server. Keuntungannya client hanya cukup diseting ip, gateway dan dns-nya saja, tanpa harus melakukan seting di browser. seperti telihat pada gambar.



by: http://arifherdi14.blogspot.com


Read More
Topologi LAN pada IPCop, yang menggunakan interface Red + Green + Orange

Topologi LAN pada IPCop, yang menggunakan interface Red + Green + Orange










Tipe Konfigurasi Network IPCop

Tipe konfigurasi dasar yang digunakan adalah RED/GREEN, dimana IPCop melindungi internal network (GREEN) dari internet. Jika kita memiliki wireless access point, kita dapat menghubungkannya ke interface BLUE dan mengkonfigurasi IPCop untuk membatasi akses di wireless LAN tersebut. Jika kita memiliki beberapa server yang diperbolehkan diakses via internet, dpat kita letakkan di untrusted DMZ pada interface ORANGE.
Interface RED dapat dihubungkan dengan modem atau NIC, terdapat delapan Tipe Konfigurasi Network, yaitu:

• GREEN (RED adalah modem/ISDN)
• GREEN + RED (RED adalah Ethernet)
• GREEN + ORANGE + RED (RED adalah Ethernet)
• GREEN + ORANGE (RED adalah modem/ISDN)
• GREEN + BLUE + RED (RED adalah Ethernet)
• GREEN + BLUE (RED adalah modem/ISDN)
• GREEN + BLUE + ORANGE + RED (RED adalah Ethernet)
• GREEN + BLUE + ORANGE (RED adalah modem/ISDN)

Model sekuriti IPCop didalam network GREEN adalah fully trusted dan request dari network in, entah dari user atau dari komputer yang terinfeksi virus, trojan horse atau malware adalah sah dan diperbolehkan lewat oleh IPCop.
Dalam fitur baru pada IPCop 1.4.x , terdapat Intrusion Detection System (IDS) untuk seluruh interface. Hal ini merupakan ide bagus untuk mendeteksi kondii internal network jika terdapat indikasi infeksi virus atau malware.

Network Interface
Network interface IPCop terdefinisi atas empat macam yaitu RED, GREEN, BLUE dan ORANGE

RED Network Interface
Network ini adalah interface internet atau untrusted network. Pada dasarnya yang dilindungi oleh IPCop adalah network GREEN, BLUE dn ORANGE dari traffic yang berasal dari network RED.

GREEN Network Interface
Interface ini hanya terhubung ke komputer yang dilindungi oleh IPCop. Atau lebih dikenal dengan istilah local network. Traffic ke interface ini diarahkan lewat LAN card yang terpasang di IPCop firewall.

BLUE Network Interface
Interface ini adalah interface pilihan (digunakan jika dibutuhkan) yang dapat digunakan untuk koneksi perangkat wireless di network yang berbeda dari local network. Komputer dibawah interface ini tidak dapat terhubung dengan komputer yang berada di interface GREEN kecuali dikontrol menggunakan ‘pinholes’ atau via koneksi VPN. Traffic ke interface ini juga diarahkan lewat LAN card yang terpasang di IPCop firewall.

ORANGE Network Interface
Interface ini juga merupakan interface pilihan yang digunakan untuk menempatkan server yang boleh diakses oleh network yang berbeda. Komputer dibawah interface ini tidak dapat terhubung dengan komputer yang berada di interface GREEN atau BLUE kecuali dikontrol menggunakan ‘DMZ pinholes’. Traffic ke interface ini juga diarahkan lewat LAN card yang terpasang di IPCop firewall.


by: http://rohmadiirfan.blogspot.com
Read More
Topologi LAN pada IPCop, yang menggunakan interface Red + Green

Topologi LAN pada IPCop, yang menggunakan interface Red + Green

Fitur Topologi LAN pada IPCop Yang Menggunakan Interface Red + Green



  •     Aman, stabil dan merupakan Linux based firewall yang sangat mudah dikonfigurasi.
  •     Mudah untuk melakukan administrasi lewat web akses.
  •     IPCop dapat menggunakan DHCP IP address dari ISP yang kita gunakan.
  •     Dapat berfungsi sebagai DHCP server untuk memudahkan konfigurasi internal network.
  •     Memiliki kemampuan sebagai caching DNS proxy, untuk membantu menambah kecepatan query domain name.
  •     Memiliki web caching proxy, untuk menambah kecepatan akses web.
  •     Sebagai intrusion detection system untuk mendeteksi serangan ke internal network kita.
  •     Kemampuan untuk memisahkan network, konfigurasi GREEN untuk internal network yang aman, network terlindungi dari internet, konfigurasi BLUE untuk network dengan wireless LAN dan a DMZ or ORANGE untuk network yang diperbolehkan diakses oleh publik seperti webserver/mailserver.
  •     Fasilitas VPN yang digunakan untuk koneksi ke internal network dari eksternal network melalui internet secara aman karena telah ditingkatkan untuk support x509 certificates.
  •     Memiliki traffic shaping untuk mengatur prioritas service seperti web browsing, FTP, telnet dan lain-lain sesuai keinginan.
  •     Dibangun dengan propolice untuk mencegah serangan pada semua aplikasi.
  •     Memiliki pilihan konfigurasi kernel yang mengizinkan kita memilih sesuai dengan keadaan yg kita inginkan.

Tipe Network Interface
Untuk mempermudah pengamanan jaringan yang dikelolanya, IPCop membagi jaringan menjadi segmen-segmen, setiap segmen akan mendapatkan perlakuan pengamanan yang berbeda. Pembagian segmen jaringan ini dilakukan dengan penggunaan network interface yang berbeda untuk setiap segmen. Network interface IPCop dibedakan menjadi empat berdasarkan fungsinya masing-masing, yaitu RED, GREEN, BLUE, dan ORANGE.
RED interface adalah kartu jaringan yang terhubung ke Internet atau biasa disebut sebagai untrusted network. RED interface dianggap sebagai sumber traffic yang dapat mengancam jaringan yang berada di interface GREEN, BLUE, maupun ORANGE. Pada dasarnya IPCop bertugas melindungi ketiga jaringan lainnya dari serangan yang datang dari RED interface.
GREEN interface terhubung ke jaringan lokal atau trusted network yang dilindungi oleh IPCop.
BLUE interface merupakan interface yang bersifat opsional, artinya dapat saja tidak digunakan dan hanya digunakan jika dibutuhkan. Interface ini digunakan untuk akses nirkabel (wireless) yang berbeda dari jaringan lokal (trusted network). Jaringan yang terhubung dengan interface ini hanya dapat berkomunikasi dengan jaringan di interface GREEN menggunakan ‘pinholes’ atau melalui koneksi VPN.
ORANGE interface juga bersifat opsional sama seperti interface BLUE. Bedanya interface ini digunakan untuk melindungi server-server yang dapat diakses dari jaringan luar. Biasanya interface ini digunakan untuk membuat suatu zona aman yang biasa dikenal dengan istilah DMZ atau Demiliterized Zone. Tipe Konfigurasi Network IPCop
Konsep tipe konfigurasi jaringan IPCop berkaitan erat dengan kebutuhan keamanan yang hendak dirancang. Untuk konfigurasi minimal yang digunakan adalah RED/GREEN, dalam tipe ini IPCop melindungi internal network (GREEN) dari Internet (RED). Jika dibutuhkan, kita dapat menghubungkan akses wireless ke interface BLUE dan mengatur IPCop untuk membatasi akses ke jaringan tersebut. Jika kita mempunyai beberapa server yang dapat diakses dari Internet, kita bisa menghubungkannya ke interface ORANGE dan mengatur IPCop untuk membuat untrusted zone DMZ.
Semua interface ini harus dihubungkan dengan NIC, kecuali interface RED dapat dihubungkan dengan NIC atau modem tergantung koneksi Internet yang digunakan. Terdapat delapan tipe konfigurasi network pada IPCop:

  •     GREEN (RED adalah modem/ISDN)
  •     GREEN + RED (RED adalah Ethernet)
  •     GREEN + ORANGE + RED (RED adalah Ethernet)
  •     GREEN + ORANGE (RED adalah modem/ISDN)
  •     GREEN + BLUE + RED (RED adalah Ethernet)
  •     GREEN + BLUE (RED adalah modem/ISDN)
  •     GREEN + BLUE + ORANGE + RED (RED adalah Ethernet)
  •     GREEN + BLUE + ORANGE (RED adalah modem/ISDN)


by: http://ezakomin.blogspot.com

Read More
Apa  perbedaan IPCop dengan IPFire

Apa perbedaan IPCop dengan IPFire

IPCop

    IPCop adalah salah satu distribusi GNU/Linux yang penggunaannya dikhususkan dalam keamanan jaringan dengan menyediakan simple-to-manage firewall yang dapat dengan mudah dipasang pada komputer PC. IPCop juga merupakan suatu stateful firewall yang dikembangkan berdasarkan Linux netfilter framework. IPCop pada awalnya dikembangkan oleh tim pengembang Smoothwall Linux, sebuah distribusi dengan fitur yang hampir sama dengan IPCop firewall. Namun dalam perkembangan selanjutnya IPCop dikembangkan dengan konsep terbuka (open source) oleh komunitas secara bebas dan terlepas sepenuhnya dari Smoothwall.

Distro ini awalnya dikembangkan oleh tim yang mengembangkan Smoothwall Linux firewall, perkembangan selanjutnya, proyek IPCop dikembangkan dengan bebas, dan saat ini sudah terpisah sepenuhnya.

IPCOP sangat simple, dan memiliki fitur user-managed unpuk mekanisme update securyty-nya. Bahkan cenderung mudah dipahami untuk yang para pemula, dan handal untuk yang sudah berpengalaman.

IPCOP dikembangkan secara Opensource, dengan komunitas pengembang independent yang tersebar diseuluruh dunia. CD-ROM image untuk instalasi dapat dengan mudah di download dan memiliki miror yang cukup banyak.

Pengembangan IPcop terus berlanjut hingga saat ini sudah mencapai seri rilis 1.4.x. Sekarang sudah dirilis versi 1.4.21 dibulan July 2008. saat ini sedang dikembangkan IPcop Version 2.0.

Walaupun bukan bagian dari komunitas resmi, banyak sekali yang memberikan kontribusi bagi pengembangan IPcop. Pada umumnya mereka membuat modul-modul tambahan yang di kenal sebagai Add-ons. Addons ini memberikan tambahan kemampuan IPCop menjadi lebih handal, beberapa addons yang paling sering digunakan adalah QoS untuk bandwidth management, Advanced Proxy dan Url Filter untuk proxy dan filter akses, E-mail Virus scanner, OpenVPN, dan banyak lagi. Akan kita bahas mengenai addons ini secara terpisah.



IPFire

    IPFire adalah distribusi Linux untuk server yang dikhususkan sebagai firewall. IPFire memfokuskan pada fleksibilitas dan dapat digunakan dalam lingkungan perusahaan kecil, perusahaan menengah dan penggunaan di rumah.

IPFire dikembangkan dengan konsep minimalis namun dapat diperkaya dengan banyak “add-ons” yang dapat di instal dengan mudah. Hal inilah yang menjadikan IPFire berbeda dengan distribusi firewall lainnya : IPFire sangat mudah di konfigurasi dan sangat mudah dikelola



by: http://tugas-selesai.blogspot.com
Read More
Fungsi Remote Desktop Conection pada Windows 2003 Server

Fungsi Remote Desktop Conection pada Windows 2003 Server

     Remote Desktop merupakan salah satu fitur yang terdapat dalam sistem operasi Microsoft Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, dan juga Windows Server 2008, yang mengizinkan user untuk terkoneksi ke sebuah Komputer jarak jauh. Remote Desktop biasa digunakan untuk melakukan konfigurasi atau sekedar mengakses komputer tersebut seperti seolah-olah kita berada dekat komputer tersebut.
Remote Desktop menggunakan protokol Remote Desktop Protocol (RDP), dan secara default berjalan di TCP port 3389. Tampilan pada Remote Desktop menggunakan GUI atau persis sama dengan tampilan Windowsnya.



     Bagaimanakah Cara Mengaktifkan Remote Desktop pada Windows XP / 2003 ? Secara default, windows telah memiliki fitur Remote Desktop Connection.

Untuk mengaktifkannya, caranya mudah. Klik kanan pada Icon My Computer, lalu pilih Properties.



     Kemudian pilih tab Remote, dan cari bagian Remote Desktop. Aktifkan tanda centang pada box Allow users to connect remotely to this computer. Lalu klik tombol OK.









Sumber: www.about.muhammadibnu18.web.id

Read More
Fungsi Dan Fitur Windows 2003 Server

Fungsi Dan Fitur Windows 2003 Server



     Edisi ( Fitur) yang Terdapat pada Windows Server 2003
Windows Server 2003 terdiri atas beberapa produk yang berbeda, yakni sebagai berikut:


  •     Windows Server 2003 Standard Edition
  •     Windows Server 2003 Enterprise Edition
  •     Windows Server 2003 Datacenter Edition
  •     Windows Server 2003 Web Edition
  •     Windows Small Business Server 2003
  •     Windows Storage Server 2003



Untuk mengenal atau menjelasakan  revisi yang terdapat diatas  setiap versi edisi windows server 2003 antara lain sebagai berikut :
Windows Server 2003, Standar Edition Windows Server ini biasa digunakan untuk membuat jaringan yang kecildan menengah atau biasa yang disebut standar. Clock Speed CPU 550 MHz dan Ram minimal yang dibutuhkan adalah 256 MB. Windows Server ini dapat di jalankan pada Personal Desktop maupun Notebook. Selain itu, versi ini dapat di install pada Mechine Virtual jika anda ingin memiliki 2 OS pada PC anda tanpa mengganggu System yang ada.
Fitur yang diusung oleh Windows Server 2003, Standard Edition adalah sebagai berikut:

    Fitur standar sebuah server: file service, print service, atau application server yang dapat diinstalasi (seperti Microsoft Exchange Server, SQL Server, atau aplikasi lainnya).
    Domain Controller server.
    PKI (public key infrastructure) server.
    Domain Name System (DNS).
    Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
    Windows Internet Name Service (WINS).
    Windows Terminal Services, meski kurang ideal untuk diimplementasikan dalam jaringan skala besar akibat adanya limitasi prosesor dan memori.
    Mendukung pembagian beban jaringan, meski tidak dapat digunakan sebagai sebuah cluster.

2. Windows Server 2003, Web Edition
Windows Server 2003 Web Edition mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan standar edition. Versi ini biasanya di gunakan untuk Web Server, karena mudah dalam pengaturan Web Hosting. Karena Web Edition dikhususkan untuk Web Server maka versi ini tidak mendukung clustering, file, printer sharing, terminal service dan masih banyak lagi. Harga dari versi ini juga lebih murah dari versi Windows Server yang ada, selain itu, Windows Server Versi ini juga tidak bisa berfungsi sebagai Domain Controller. Spesifikasi minimal hardware untuk menginstall Windows Server versi ini, sama dengan Windows Server Standar Edition.

3. Windows Server 2003, Enterprise Edition
Windows Server 2003 Enterprise Edition merupakan versi yang lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Windows Server 2003 Standar Edition. Pada versi ini telah disediakan fitur untuk clustering yang biasa mendukung samapai dengan 8 prosesor dan memori samapai dengan 32 GB dan 64 GB. Dengan dukungan fitur tersebut harga yang ditawarkan untuk windows versi ini lebih mahal dibandingankan dengan Windows Server 2003 versi yang lain. Kebutuhan Minimum Hardware untuk mengistall Windows Server versi ini anda harus mempunyai minimal clock speed CPU 733 dan RAM 512. Enterprise Edition memiliki fitur-fitur berikut:

    Address Windowing Extension (AWE), yang mengizinkan sistem operasi agar mereservasikan hanya 1 GB dari memori fisik untuk digunakan oleh Windows, sehingga mengizinkan aplikasi menggunakan sisa 3 GB memori yang ada (dalam sistem x86, yang hanya mendukung 4 GB memori).
    Hot-Memory, yang mengizinkan penambahan memori ketika sistem sedang berjalan (meski hanya sistem-sistem tertentu yang mendukungnya)
    Non-uniform memory access (NUMA), yang mengizinkan Windows untuk mengakses bus-bus memori berbeda sebagai sebuah unit memori yang sama, sehingga mengizinkan delapan buah prosesor x86 yang hanya mendukung 4 GB mendukung hingga 32 GB memori (4 GB untuk tiap prosesornya).
    Teknologi Clustering, yang mengizinkan banyak server (hingga empat buah node) terlihat sebagai sebuah server oleh klien untuk kinerja atau keandalan.
    Terminal Server Session Directory, yang mengizinkan klien untuk melakukan koneksi ulang ke sebuah sistem terminal services yang didukung oleh server yang menjalankan terminal services. Sebagai contoh, dalam sebuah lingkungan dengan delapan server yang menjalankan terminal services, jika salah satu server mengalami kegagalan, klien akan secara otomatis membuat koneksi kembali ke sisa server yang lainnya (yang masih berjalan dan memiliki slot klien)

4. Windows Server 2003, Small Business Edition
Windows Server 2003 versi ini biasanya digunakan sebagai server untuk perusahaan-perusahaan yang tergolong kecil. Versi ini biasanya dijual dalam bentuk paket yang berisi Windows Server 2003 Standar Edition, Microsoft Exchange 2003, Sharepoint Service dan Microsoft Share Faxservice. Kebutuhan minimal hardware untuk menginstall Windows Server 2003 Small Business ini sama dengan versi standar edition.
Windows Small Business Server 2003 memiliki beberapa keterbatasan, yakni sebagai berikut:

    Hanya boleh ada satu komputer dalam sebuah domain yang dapat menjalankan Windows Small Business Server 2003.
    Windows Small Business Server 2003 harus berada di akar sebuah hutan Active Directory.
    Windows Small Business Server 2003 tidak dapat menerima trust dari domain lainnya.
    Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung 75 pengguna.
    Windows Small Business Server 2003 tidak mendukung domain anak.
    Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung terminal services dalam modus remote administration.
    Setiap server tambahan harus memiliki Windows Small Business Server 2003 Client Access License (CAL), yang dapat dikonfigurasikan untuk setiap pengguna atau setiap perangkat.

5. Windows Server 2003, Data Center Edition
Windows Server 2003 Data Center Edition ini tidak dijual ke konsumen biasa seperti pada versi-versi yang lainnya, tetapi versi ini dijual khusus kepada para pembuat komputer server misalnya HP, ACER dan yang lainnya. Kebutuhan minimum untuk mengistall Windows Server versi ini sama dengan versi Enterprise.

Windows Server 2003 juga menyediakan beberapa fasilitas yang dikembangkan dari Windows Server versi sebelumnya. Dianatranya adalah Mendukung Plug n Play, mendukung Clustering dan tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan Windows Server versi sebelumnya.

Demikian penjelasan singkat mengenai Windows Server 2003 dari saya. Saya juga sebagai pemula user Windows Server 2003, menerima masukan dari para pembaca artikel ini, hal ini dikarenakan tuntutan pekerjaan dan profisionalisme dalam pengembangan SDM yang ada sekarang ini.

Kelebihan Windows Server 2003:

Pengoperasiannya Mudah
Cara menginstall windows server 2003 tidaklah terlalu sulit ,bahkan mungkin dibandingkan dengan dengan windows NT yang sangat rumit.
Cantik Memukau hal yang pertama yang kita lihat pada OS Windows 2003 standard edition adalah tampilan server yang sangat indah dan mirip windows xp versi pro maupun home edition.
Fungsionalitas dan Skalabilitas
Ketakjuban yang kedua terjadi saat OS Windows 2003 ini di restart. Proses rebooting ini terjadi sangat cepat, seakan kita tidak sedang menggunakan OS dengan title server, seakan bekerja pada sebuah mesin desktop ringan, hardware pun terlihat tidak terbebani.
Sangat cocok untuk organisasi/perusahaan besar
Didesain untuk kebutuhan harian perusahaan dan merupakan pengganti dari Windows NT4 Server/ Windows 2000 Server. Windows Server 2003 Enterprise Edition : didisain untuk kebutuhan konsumen skala besar, dan merupakan pengganti dari Windows NT4 Server Enterprise Edition/ Windows 2000 Advanced Server. Windows Server 2003 DataCenter Edition : didisain untuk kebutuhan bisnis yang sangat penting dimana skalabilit.
Penggunaan DHCP memudahkan pengurusan sesuatu rangkaian komputer di dalam suatu organisasi yang besar. Konfigurasi DHCP Windows Server 2003 adalah mudah.

Kekurangan Windows Server 2003
Windows Server 2003, yang terasa tidak memadai di tengah kemajuan Web 2.0
Kadang jika kita tidak teliti dalam mengginstall,error selalu ditemui.
Tidak semua Produk aplikasi ( bahkan buatan Microsoft sendiri ) bisa berjalan diatasnya.
Persyaratan hadware yang sangat tinggi.
Kemanan yang kurang tangguh.
Makin banyak type file yang dibuka dengan berbagai macam aplikasi dan telah terinstall aplikasi sesuai dengan kebutuhan sesuai.

Versi
Sejak Windows Server 2003 diluncurkan, Microsoft merilis beberapa versi, yakni sebagai berikut:
Windows Server 2003 RTM (Release to Manufacture), tanpa Service Pack
Windows Server 2003 Service Pack 1
Windows Server 2003 R2
Windows Server 2003 Service Pack 2 (dirilis tanggal 13 Maret 2007)



Sumber: www.about.muhammadibnu18.web.id
Read More
Antivirus Admin Server yang terbaik untuk Windows 2003 Server

Antivirus Admin Server yang terbaik untuk Windows 2003 Server






     Untuk gan IT administrator, apabila Anda membutuhkan antivirus untuk di pasang pada Windows Server 2008 semua edisi, ada solusi teramat baik yang bisa Anda gunakan.
Microsoft Security Essentials (MSE) adalah produk antivirus keluaran dari Microsoft yang dapat di aplikasikan pada Windows Server 2003 semua edisi. Antivirus ini diberikan oleh Microsoft secara Gratis, berikut dukungan kompatibiliti yang penuh terhadap Operating System Windows (XP, Vista, 7, Server 2003 dan Server 2008 all editions) dan jaminan kualitas pendektesian virus yang sangat baik.

     Dengan menggunakan Microsoft Security Essentials (MSE), Anda dapat menghemat ratusan ribu bahkan jutaan Rupiah untuk membeli Antivirus untuk di pasang pada Server Windows Anda.
Download Microsoft Security Essentials (MSE).





Sumber: www.about.muhammadibnu18.web.id
Read More
Sistem Kerja Thin Client

Sistem Kerja Thin Client






Cara Kerja Thin Client Network. 

     Thin Client bekerja dengan cara yang berbeda dengan personal computer umumnya. Pada thin client, setiap pengguna langsung menggunakan divais Input-Output Personalnya, sedangkan pemrosesan dan eksekusi terhadap program yang hendak dijalankan dilakukan oleh sumber daya pada server.
     Pertama, personal computer si pengguna akan membangun koneksi dengan PC Server. Secara teknis, Aktivitas ini dilakukan oleh modul I/O interface pada computer pengguna, dimana pada modulnya telah ada program kecil yang berguna untuk booting koneksi, mengirimkan permintaan ke PC Server. Lalu, permintaan diterima computer server melalui program penerima hubungan untuk dihubungka ke system virtualisasi yang telah dialokasikan untuk pengguna. Kemudian, pengguna dapat menggunakan aplikasi yang tersedia pada desktop virtual pengguna. Instruksi dan data yang diproses selama program dijalankan, semuanya dilakukan oleh system pemroses pada Server.
Thin Client Network merupakan suatu metode organisasi sumber daya personal computer dalam suatu jaringan dengan memanfaatkan system pemroses yang terintegrasi secara terpadu pada suatu server. Jadi, personal computer yang dimiliki pengguna/client cukup membutuhkan modul interface dan perangkat I/O (monitor, keyboard, mouse, dan perangkat peripheral lain) yang terkoneksi ke server.

     Menurut Joel Canter, jaringan Thin Client adalah suatu lingkungan jaringan, yang mana Client berfungsi  sebagai terminal yang mengakses data dan aplikasi dari computer Server. Secara terpusat pengolahan data dilakukan oleh Server. Sedangkan Client hanya memproses input dari Keyboard, Mouse, dan keluaran berupa tampilan atau gambar (display), hal ini karena proses seutuhnya dilakukan oleh Server. Server utama menyediakan aplikasi dan sumber daya lainnya untuk sejumlah besar Terminal. Terminal (Client) hanya cukup mengoperasikan Mouse, Keyboard dan Monitor, Client dapat menjalankan berbagai aplikasi yang terinstall pada Server. 


     Thin Client Server Computing (TCSC) merupakan suatu konsep jaringan komputer yang menekankan proses komputasi pada sisi Client yang berkinerja seminimal mungkin. Dalam konsep TCSC, terdiri dari Server dan Client, sisi Client disebut juga dengan Thin Client karena dapat menjalankan banyak  aplikasi yang terinstal pada Server dengan spesifikasi dibawah standar (sisi Client), seperti menjalankan MS Office XP dengan prosesor 486. Pada generasi pertama jaringan komputer, konsep Thin Client Server Computing (TCSC) juga sudah digunakan dan lebih dikenal dengan istilah dumb terminal, yaitu Client hanya digunakan untuk memberi input dan melihat hasil dari Server lewat tampilan.
Salah satu kelebihan dari konsep Thin Client Server Computing adalah kompetibilitas. Sistem yang sudah ada, seperti Client-Server, bisa  diterapkan bersamaan dalam satu jaringan dengan Thin Client Server Computing. Karena dalam  penerapannya Thin Client Server Computing tidak merubah secara keseluruhan sistem maupun infrastruktur yang sudah ada.

Software yang ada untuk Thin Client

     Software BeTwin adalah salah satu software yang memungkinkan dua sampai lima user untuk berbagi kemampuan komputerisasi dan sumber daya dari satu buah komputer. Semua user dapat secara serentak melakukan segala pekerjaan yang diinginkan untuk dijalankan pada Windows yang digunakan. Software BeTwin dapat didownload pada website, merupakan software demo yang masa percobaannya selama 15 hari yang kemudian harus melakukan registrasi otomatis yang terkoneksi melalui internet.





Sumber: ahmadsatibi1.blogspot.com
Read More
Pengertian Windows 2003 Server Data Center

Pengertian Windows 2003 Server Data Center

   



      Windows Server 2003 | Pengertian, Kekurangan dan Kelebihan – Windows Server 2003 merupakan sebuah versi sistem operasi Microsoft Windows yang ditujukan untuk pasar server korporat. Nomor versi internalnya adalah Microsoft Windows NT 5.2 build 3790. Dulunya dikenal dengan .NET Server, Windows .NET Server, atau Whistler Server. Sistem operasi ini merupakan kelanjutan dari sistem Windows 2000 Server. Windows Server 2003 terdiri atas beberapa produk yang berbeda, yakni sebagai berikut:



  • Windows Server 2003 Standard Edition
  • Windows Server 2003 Enterprise Edition
  • Windows Server 2003 Datacenter Edition
  • Windows Server 2003 Web Edition
  • Windows Small Business Server 2003
  • Windows Storage Server 2003
  • Fungsi Windows Server 2003


     Fungsi utama dari Windows Server 2003 adalah sebuah operating sistem dari microsoft windows yang ditujukan untuk pembuatan sebuah jaringan. di sini windows server digunakan pada server, sehingga suatu  jaringan dalam sebuah LAN dapat saling berhubungan dengan berbagai  layanan yang diminta oleh client. Namun  nantinya setiap produk akan  memiliki fungsi tertentu.

Spesifikasi Windows Server 2003

     Spesifikasi Hardware untuk Instal Windows Server 2003. Artikel ini adalah tutorial singkat mengenai instalasi Windows Server 2003 ke komputer PC untuk digunakan dalam sistem Voucha II. Jika Anda menggunakan server built-up seperti IBM xSeries atau Dell PowerEdge, anda harus baca manual instalasi yang disertakan bersama server tersebut. Instalasi ini dapat diterapkan pada :

– Windows Server 2003 x86
– Windows Server 2003 x86 Service Pack 1
– Windows Server 2003 x86 R2
– Windows Server 2003 x86 Service Pack 2

Instalasi Windows Server 2003 hampir mirip dengan instalasi Windows XP dan sama mudahnya. Hal-hal yang perlu Anda siapkan:

– CD/DVD instalasi Windows Server 2003 (Enterprise Edition)
– CD/DVD driver untuk motherboard, video card, sound card, ethernet card, dll. PC dengan RAM minimum 256 (disarankan 512MB atau lebih), hardisk 20GB (disarankan 40GB atau lebih), video card true-color dengan resolusi 1024×768.

Kelebihan Windows Server 2003:

Pengoperasiannya Mudah

Cara menginstall windows server 2003 tidaklah terlalu sulit ,bahkan mungkin dibandingkan dengan dengan windows NT yang sangat rumit.

Cantik Memukau

Hal yang pertama yang kita lihat pada OS Windows 2003 standard edition adalah tampilan server yang sangat indah dan mirip windows xp versi pro maupun home edition.

Fungsionalitas dan Skalabilitas

Ketakjuban yang kedua terjadi saat OS Windows 2003 ini di restart. Proses rebooting ini terjadi sangat cepat, seakan kita tidak sedang menggunakan OS dengan title server, seakan bekerja pada sebuah mesin desktop ringan, hardware pun terlihat tidak terbebani.

Sangat cocok untuk organisasi/perusahaan besar

Didesain untuk kebutuhan harian perusahaan dan merupakan pengganti dari Windows NT4 Server/ Windows 2000 Server. Windows Server 2003 Enterprise Edition : didisain untuk kebutuhan konsumen skala besar, dan merupakan pengganti dari Windows NT4 Server Enterprise Edition/ Windows 2000 Advanced Server. Windows Server 2003 DataCenter Edition : didisain untuk kebutuhan bisnis yang sangat penting dimana skalabilit.

Penggunaan DHCP memudahkan pengurusan sesuatu rangkaian komputer di dalam suatu organisasi yang besar. Konfigurasi DHCP Windows Server 2003 adalah mudah.
Kekurangan Windows Server 2003:

Windows Server 2003, yang terasa tidak memadai di tengah kemajuan Web 2.0
Kadang jika kita tidak teliti dalam mengginstall,error selalu ditemui
Tidak semua Produk aplikasi ( bahkan buatan Microsoft sendiri ) bisa berjalan diatasnya
Persyaratan hadware yang sangat tinggi
Kemanan yang kurang tangguh
Makin banyak type file yang dibuka dengan berbagai macam aplikasi dan telah terinstall aplikasi sesuai dengan kebutuhan sesuai.




Sumber: erincarina.wordpress.com
Read More
Cara Kerja Remote Desktop pada Windows 2003 Server

Cara Kerja Remote Desktop pada Windows 2003 Server




     Fitur Remot Desktop ini terutama dapat dinikmati pada komputer dengan sistem operasi windows XP. Selain WIndows XP, Sistem Operasi yang memiliki fitur ini adalah Windows 2003 Server, Windows Vista, dan Windows Server 2008. Dengan fitur ini, anda dapat mengakses data, menggunakan aplikasi, dan hal lainnya meskipun anda jauh dari komputer anda tapi anda seolah-olah sedah berada di depan komputer yang tengah anda akses secara remote tersebut. Selama koneksi internet anda cukup stabil, anda dapat mengakses bahkan memperbaiki komputer anda tanpa harus berada di depannya.


Remote Desktop Connection 

Remote Desktop Ceonnection - Cara Kerja 
     Remote  Desktop bekerja dengan menggunakan protokol RDP alias Remote Desktop Protocol. Secara default, Remote Desktop ini anda dapat menelisik langkah berikut.


  1. Pastikan sistem operasi komputer anda dan komputer tujuan remote desktop adalah sistem operasi y7ang memiliki fitur Remote Desktop ini sebagaimana telah kami sebutkan di atas.
  2. Remote Desktop bekerja dengan menggunakan jaringan internet ataupun menggunakan jaringan WAN sehingga anda harus memastikan koneksi jaringan internet anda mendukung sehingga saat anda memanfaatkan fitur Remote Desktop ini lancar tanpa ada beban apapun. Koneksi yang lambat dan tidak mendukung malah akan menjadi beban dengan tidak merespon dengan baik aktifitas remote yang tengah anda lakukan. Anda dapat pula menggunakan koneksi dengan bandwidth rendah dan tetep memungkinkan anda untuk melakukan kontrol jauh.
  3. Akses Remote Desktop dengan mengklilk start menu, pilih All Program, pilih Accessories, pilih Comunnication lalu pilih Remote Desktop Connection. Jika anda sering menggunakan fitur ini, bisanya secara otomatis muncul di daftar menu pada start menu dan semakin memudahkan anda untuk mengaksesnya. 



Sumber: m-adi-kusumo.blogspot.com
Read More
Fungsi Active Directory pada Windows 2003 Server

Fungsi Active Directory pada Windows 2003 Server

   



     Active Directory (AD) adalah layanan direktori yang terdapat pada Windows Server. Fungsi layanan Active Directory adalah mengorganisir, menyimpan dan mengatur/manajemen data direktori. Struktur layanan Active Directory mengikuti format protokol ISO X.500, yaitu struktur hirarki yang bisa dilihat di gambar berikut ini :

     Active Directory memiliki sebuah basis data untuk menyimpan segala hal yang berkaitan dengan jaringan komputernya, seperti komputer mana saja yang tergabung dengan domainnya, daftar akun pengguna serta group masing-masing, folder sharing dan lain sebagainya. Untuk manajemen data, layanan Active Directory mengimplementasikan Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) yang merupakan penerus Directory Access Protocol (DAP) dari X.500. LDAP biasanya menggunakan port TCP 389 sebagai koneksi transportasi utamanya. Sebagai penunjuk lokasi layanan, Active Directory menggunakan Domain Name Service (DNS).

     Sebelum ada layanan Active Directory, Windows (pada waktu itu Windows NT 4.0) menggunakan NetBIOS (Network Basic Input-Output System) untuk merepresentasikan domain. Domain-domain yang menggunakan NetBIOS ini memiliki satu basis data pengatur user/group/policy yang disebut Security Accounts Manager (SAM). SAM terletak di dalam server utama yang disebut Primary Domain Controller (PDC). Nama dbatasi 15 karakter, sementara karakter ke-16 merupakan NetBIOS suffix yang berguna untuk mengidentifikasi layanan yang terinstalasi pada sistem tersebut.

     Untuk menambah reliabilitas, Microsoft menambahkan server “bantuan” ke dalam sistem NetBIOS, yang disebut Backup Domain Controller (BDC). BDC menyimpan versi read-only dari basis data SAM PDC. Pengguna mengakses BDC ketika log on ke suatu domain tapi perubahan basis data SAM hanya bisa dilakukan di PDC. Hubungan PDC-BDC adalah master-slave. Jika PDC mengalami kegagalan sistem, maka salah satu BDC bisa direkomendasikan menjadi PDC pengganti serta policy akan diubah menjadi write-enable.

     Sementara pada Active Directory, sistem PDC-BDC tidak lagi digunakan. Seluruh domain controller dianggap sama (walaupun terdapat beberapa sistem yang dianggap “sedikit lebih tinggi”). Sebuah prosedur yang disebut multi-master replication akan memastikan bahwa jika terjadi perubahan pada salah satu domain controller, perubahan tersebut akan direplikasi ke domain controller lainnya. Jadi hubungan master-slave digantikan oleh peer to peer antar domain controller.

     Bagaimana jika kita memiliki sebuah server Windows NT 4.0 dan ingin menghubungkannya ke dalam domain Windows Server 2003? Untunglah, Windows Server 2003 memperbolehkan domainnya bekerja dalam mixed-mode. Mode ini memperbolehkan BDC (bukan PDC!) Windows NT 4.0 untuk berpartisipasi dalam domain Windows Server 2003. Metodenya adalah, dengan meng-upgrade BDC tersebut ke Windows Server 2003. Sayangnya, proses ini bisa menghancurkan sistem yang sudah terinstalasi di BDC.




Sumber: www.about.muhammadibnu18.web.id
Read More
DHCP pada Windows 2003 Server

DHCP pada Windows 2003 Server

 

      Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti secara otomatis dari default gateway dan DNS server.


Kelebihan dan kekurangan DHCP

Kelebihan

1.Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. DHCP
menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.

2.DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidal bisa dipakai oleh client
yang lain.

3.DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu
tertentu dari server.

4.Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.

5 Mencegah terjadinya IP conflict.

Kekurangan:

• Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati
maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak terhubung.

Metode dalam konfigurasi DHCP ada dua,diantaranya:

1. Konfigurasi dengan range secara random otomatis IP.Pemberian IP address
kepada client secara random dan dapat berubah-ubah namun masih dalam range IP address yang ditentukan.

2. Konfigurasi dengan Fixed alamat IP address.Pemberian IP address yang sifatnya tetap value pada client yang memerlukan data MAC address.




Sumber: moch-harlan.blogspot.com
Read More
DNS pada Windows 2003 Server

DNS pada Windows 2003 Server





     Penjelasan singkat mengenai Domain Name System (DNS) adalah distribute database system digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet.

Fungsi DNS
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan nama komputer menjadi IP address).

Kelebihan DNS
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name.
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa saja berubah, tapi host name tidak harus berubah.
3. Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan (bagi admin).

Kekurangan DNS
1. User tidak dapat menggunakan nama banyak untuk mencari nama domain baik di internet maupun di intranet.




Sumber: jejecms.wordpress.com 
              siteblogforu.blogspot.com
Read More
Fungsi IIS pada Windows 2003 Server

Fungsi IIS pada Windows 2003 Server









     IIS atau Internet Information Services atau Internet Information Server adalah sebuah HTTP web server yang digunakan dalam sistem operasi server Windows, mulai dari Windows NT 4.0 Server, Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. Layanan ini merupakan layanan terintegrasi dalam Windows 2000 Server, Windows Server 2003 atau sebagai add-on dalam Windows NT 4.0. Layanan ini berfungsi sebagai pendukung protokol TCP/IP yang berjalan dalam lapisan aplikasi (application layer). IIS juga menjadi fondasi dari platform Internet dan Intranet Microsoft, yang mencakup Microsoft Site Server, Microsoft Commercial Internet System dan produk-produk Microsoft BackOffice lainnya.

     IIS telah berevolusi semenjak diperkenalkan pertama kali pada Windows NT 3.51 (meski kurang banyak digunakan) hingga IIS versi 6.0 yang terdapat dalam Windows Server 2003. Versi 5.0 diintegrasikan dalam Windows 2000, sedangkan Windows XP Professional memiliki IIS versi 5.1. Windows NT 4.0 memiliki versi 4.01 yang termasuk ke dalam add-on Windows NT Option Pack. Dalam Windows NT 4.0 Workstation atau Windows 95/98, IIS juga dapat diinstalasikan sebagai Microsoft Personal Web Server (PWS)

IIS tersedia dalam beberapa versi dan sistem operasi sebagai berikut:


  1. IIS 1.0 untuk Windows NT 3.51, yang tersedia sebagai tambahan yang gratis.
  2. IIS 2.0 untuk Windows NT 4.0
  3. IIS 3.0 untuk Windows NT 4.0 Service Pack 3
  4. IIS 4.0 untuk Windows NT 4.0 Option Pack
  5. IIS 5.0 untuk Windows 2000 (Professional dan Server)
  6. IIS 5.1 untuk Windows XP Professional dan Windows XP Media Center Edition
  7. IIS 6.0 untuk Windows Server 2003 dan Windows XP Professional x64 Edition
  8. IIS 7.0 untuk Windows Server 2008 dan Windows Vista (Edisi Business, Edisi Enterprise, dan Ultimate)
  9. IIS 7.5 untuk Windows Server 2008 R2 (Beta) dan Windows 7 (Beta)




Sumber: www.about.muhammadibnu18.web.id
Read More
Membuat Sharing Password pada Windows XP

Membuat Sharing Password pada Windows XP







Untuk memberikan password pada share folder Windows XP, ikuti petunjuk berikut ini:


  1. Login sebagai Administrator Windows XP
  2. Klik Start, Control Panel, User Accounts.
  3. Klik Account Guest dan pastikan user Guest menjadi aktif.
  4. Turn On user account Windows XP
  5. Tutup jendela User Account.
  6. Buka Command Prompt dengan cara klik tombol Start, pilih Run, ketik CMD kemudian tekan tombol Enter.
  7. Pada Command Prompt, ketik net user guest password kemudian tekan tombol Enter.
  8. Net user guest password
  9. Buka kembali User Account dan berikan password pada user guest.
  10. Change password Guest
  11. Masukkan pasword dan kemudian restart komputer anda.

     Setelah komputer restart, coba anda sharing salah satu folder pada komputer tersebut. Akses komputer beserta folder yang baru saja anda buka melalui komputer lain. Jika tidak ada kesalahan, maka ketika anda mengaksesnya dari komputer lain, system akan meminta memasukkan password untuk mengakses komputer tersebut. Masukkan username guest dengan password yang sudah anda setting tadi.
Read More
Apa Itu FTP?

Apa Itu FTP?







Apa itu FTP?

     FTP adalah singkatan dari File Transfer Protocol. Ini adalah internet service yang dirancang untuk membuat sambungan ke server internet tertentu atau komputer, sehingga user dapat mengirimkan file ke komputer (download) atau mengirimkan file ke server (upload). FTP saat ini banyak digunakan untuk melakukan pertukaran data, karena lebih mudah daripada menggunakan perangkat kabel atau fisik.

     Diharapkan dengan artikel ini nantinya pembaca dapat mengerti mengenai apa itu FTP dan bagaimana cara menggunakan FTP untuk melakukan remote server. Remote server sangat berguna untuk mengelola website tanpa harus masuk ke dalam akun hosting atau Virtual Private Server (VPS).

Sejarah FTP

     Sebelum membahas mengenai sejarah apa itu FTP, saya akan menjelaskan sedikit mengenai hubungan Telnet dengan FTP. Telnet digunakan untuk melakukan koneksi secara langsung (indirect network), sedangkan FTP menggunakan koneksi tidak langsung. Kedua jenis  TCP/IP koneksi ini menjadi dua model utama yang dikenalkan.

     Koneksi tidak langsung berarti menggunakan sumber daya dari remote-host dan menggunakannya pada sistem lokal. Kemudian mentransferkannya kembali ke remote-host.

     Standar FTP pertama kali adalah RFC 114 yang dikeluarkan pada tahun 1971, bahkan sebelum TCP dan IP ada. Standar ini digunakan untuk mendefinisikan perintah dasar yang digunakan untuk perencanaan sistem komunikasi yang ingin menggunakannya. Protokol FTP yang digunakan untuk standar internet disusun oleh komite Internet Engineering Task Force sebagai serangkaian dokumen resmi RFC (Request for Comments).

     FTP dibuat dengan tujuan agar pengguna dapat memindahkan file dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Seperti protokol TCP/IP pada umumnya, ini didasarkan pada model client/server.

Fungsi FTP Server dan Kegunaan FTP

     Ada beberapa fungsi FTP yang saat ini banyak digunakan, seperti untuk mengunggah halaman website ke dalam Internet melalui web hosting. Fungsi lain seperti memperbarui revisi dari program yang dilakukan oleh aplikasi FTP developer. Lengkapnya, berikut ini adalah fungsi dari FTP yang saat ini ada.


  • Melakukan upload halaman website ke dalam web server/web hosting ke internet
  • Menjelajah dan mengunduh file dari situs perangkat lunak publik
  • Mengirimkan file yang berukuran besar menjadi dua partisi yang mungkin saja terlalu besar untuk lampiran di dalam email
  • Mengunduh dan melakukan upload konten, seperti tugas kuliah ke FTP server
  • Mendistribusikan revisi terakhir program yang dilakukan oleh pengembang perangkat lunak
  • Tentu saja tidak hanya itu, ada banyak fungsi FTP lain yang bisa dimanfaatkan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Anda dapat mengembangakannya sendiri dan menyesuaikan dengan kebutuhan penggunaan yang dibutuhkan. Namun, pada dasarnya fungsi sederhana dari FTP adalah untuk memudahkan pengguna memindahkan file dari satu tempat ke tempat yang lainnya.


Aplikasi FTP Client

     Di internet saat ini banyak sekali aplikasi FTP client yang tersedia. Salah satu aplikasi FTP yang terkenal adalah FileZilla. Aplikasi FTP ini banyak digunakan untuk melakukan remote FTP. Tidak hanya lengkap, melainkan juga dapat digunakan di berbagai macam sistem operasi, seperti Linux dan Windows. Berikut ini adalah 3 contoh FTP client yang tersedia di internet.

FileZilla

     FileZilla FTP Client merupakan FTP client yang banyak digunakan untuk melakukan koneksi remote FTP dengan fitur yang lengkap. Aplikasi FTP ini mendukung di beberapa sistem operasi terkenal seperti Linux dan Windows. Kelebihannya adalah dapat melakukan transisi simultan. Ketika meng-upload file tetapi koneksi terputus maka dapat diulang kembali. Namun aplikasi FTP ini memiliki kekurangan yaitu membutuhkan waktu yang lama untuk mengunggah berkas (file), jadi semakin banyak dan semakin besar berkasnya maka semakin lama pula proses uploadnya.

WINSCP

     Meskipun tidak sepopuler FileZilla, WinSCP merupakan aplikasi yang juga cukup populer, apalagi untuk pengguna Windows. Beberapa protokol yang dapat ditangani oleh WinSCP adalah SFTP, SCP, FTP, dan WebDev. Kelebihan dari WinSCP adalah dukungan SSH password, keyboard interaktif, public key, dan otentikasi Kerberos. Selain juga terintegrasi dengan Pageant atas dukungan penuh otentikasi kunci publik dengan SSH. Sayangnya, aplikasi FTP ini hanya bisa digunakan di Windows saja.

GFTP

     Apa itu FTP GPTF? GFTP merupakan aplikasi FTP client yang hanya tersedia di sistem operasi Linux. Aplikasi ini adalah proyek sumber terbuka, jadi boleh dikembangkan dan dipakai oleh siapa saja. Sudah mendukung protokol FTP, FTPS, HTTP, HTTPS, SSH, FSP. Sayangnya aplikasi FTP ini hanya bisa digunakan untuk melakukan koneksi FTP menggunakan antar jaringan lokal saja.

Selain tiga aplikasi di atas, tentunya masih ada beberapa aplikasi FTP client yang saat ini tersedia.

Cara Menggunakan FileZilla

     Dikarenakan FileZilla merupakan aplikasi FTP client yang populer, maka akan saya bahas mengenai cara menggunakan FileZilla untuk melakukan koneksi FTP. Sebelum melanjutkan panduan ini pastikan:

  1. Filezilla yang sudah terinstal di komputer
  2. Informasi login FTP.

     Aplikasi FileZilla dapat Anda unduh melalui halaman FileZilla Client untuk Windows. Sedangkan jika menggunakan Linux dapat mengunduhnya melalui halaman FileZilla Client untuk Linux.

Langkah-langkah untuk melakukan koneksi FTP menggunakan FileZilla sudah kami bahas melalui artikel Cara Menggunakan FileZilla.

Cara Menggunakan WINSCP

     Software kedua yang dapat dipakai untuk melakukan koneksi FTP adalah WinSCP. Software FTP ini hanya dapat berjalan pada sistem operasi Windows. Berikut cara menggunakan WinSCP.

Langkah 1 – Download WinSCP

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengunduh software WinSCP melalui halaman official WinSCP.

Langkah 2 –  “File Protocol” pilih menu “FTP”






Keterangan:


  • Host Name : Nama Domain
  • Port Number : 21
  • Username : Username FTP di cPanel
  • Password :Password FTP di cPanel




  1. Klik “Login”
  2. Setelah proses koneksi berhasil maka akan masuk di mana folder hosting berada.



     Selain itu, Anda juga dapat melakukan koneksi FTP menggunakan perangkat mobile Anda. Baik menggunakan Android maupun iOS. Terkait cara penggunaan dan lain sebagainya akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Kesimpulan

     Adanya fitur FTP memudahkan Anda untuk mengelola file website yang berada pada halaman hosting. Kemudahan yang diberikan fitur FTP tentunya dapat membuat pekerjaan akan lebih mudah. Pengguna tidak perlu masuk ke dalam layanan web hosting untuk melakukan pengelolaan file, seperti mengganti, menghapus, dan menambahkan file-file baru.

     Setelah mengikuti artikel ini Anda sudah bisa melakukan koneksi FTP ke server atau remote-host dan mengetahui mengenai apa itu FTP, pengertian FTP, cara kerja ftp server, dan fungsi ftp server. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat berguna.







Sumber: www.niagahoster.co.id
Read More
Topologi LAN yang Menggunakan Windows 2003 Server

Topologi LAN yang Menggunakan Windows 2003 Server

   



     Topologi jaringan komputer adalah suatu cara atau konsep untuk menghubungkan beberapa atau banyak komputer sekaligus menjadi suatu jaringan yang saling terkoneksi. Dan setiap macam topologi jaringan komputer akan berbeda dari segi kecepatan pengiriman data, biaya pembuatan, serta kemudahan dalam proses maintenance nya. Dan juga setiap jenis topologi jaringan komputer memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing.
Macam-macam topologi jaringan :

1. Topologi Ring



     Pada topologi ring setiap komputer di hubungkan dengan komputer lain dan seterusnya sampai kembali lagi ke komputer pertama, dan membentuk lingkaran sehingga disebut ring, topologi ini berkomunikasi menggunakan data token untuk mengontrol hak akses komputer untuk menerima data, misalnya komputer 1 akan mengirim file ke komputer 4, maka data akan melewati komputer 2 dan 3 sampai di terima oleh komputer 4, jadi sebuah komputer akan melanjutkan pengiriman data jika yang dituju bukan IP Address dia.

     Kelebihan dari topologi jaringan komputer ring adalah pada kemudahan dalam proses pemasangan dan instalasi, penggunaan jumlah kabel lan yang sedikit sehingga akan menghemat biaya.
Kekurangan paling fatal dari topologi ini adalah, jika salah satu komputer ataupun kabel nya bermasalah, maka pengiriman data akan terganggu bahkan error.



2. Topologi Bus



     Topologi jaringan komputer bus tersusun rapi seperti antrian dan  menggunakan cuma satu kabel coaxial dan setiap komputer terhubung ke kabel menggunakan konektor BNC, dan kedua ujung dari kabel coaxial harus diakhiri oleh terminator.

     Kelebihan dari bus hampir sama dengan ring, yaitu kabel yang digunakan tidak banyak dan menghemat biaya pemasangan.
Kekurangan topologi bus adalah jika terjadi gangguan atau masalah pada satu komputer bisa menggangu jaringan di komputer lain, dan untuk topologi ini sangat sulit mendeteksi gangguan, sering terjadinya antrian data, dan jika jaraknya terlalu jauh harus menggunakan repeater.


3. Topologi Star







     Topologi ini membentuk seperti bintang karena semua komputer di hubungkan ke sebuah hub atau switch dengan kabel UTP, sehingga hub/switch lah pusat dari jaringan dan bertugas untuk mengontrol lalu lintas data, jadi jika komputer 1 ingin mengirim data ke komputer 4, data akan dikirim ke switch dan langsung di kirimkan ke komputer tujuan tanpa melewati komputer lain. Topologi jaringan komputer inilah yang paling banyak digunakan sekarang karena kelebihannya lebih banyak.

     Kelebihan topologi ini adalah sangat mudah mendeteksi komputer mana yang mengalami gangguan, mudah untuk melakukan penambahan atau pengurangan komputer tanpa mengganggu yang lain, serta tingkat keamanan sebuah data lebih tinggi, .
Kekurangannya topologi jaringan komputer ini adalah, memerlukan biaya yang tinggi untuk pemasangan, karena membutuhkan kabel yang banyak serta switch/hub, dan kestabilan jaringan sangat tergantung pada terminal pusat, sehingga jika switch/hub mengalami gangguan, maka seluruh jaringan akan terganggu.


4. Topologi Tree






     Topologi jaringan komputer Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi star yang dihubungan dengan topologi bus, jadi setiap topologi star akan terhubung ke topologi star lainnya menggunakan topologi bus, biasanya dalam topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.

     Kelebihan topologi tree adalah mudah menemukan suatu kesalahan dan juga mudah melakukan perubahan jaringan jika diperlukan.
Kekurangan nya yaitu menggunakan banyak kabel, sering terjadi tabrakan dan lambat, jika terjadi kesalahan pada jaringan tingkat tinggi, maka jaringan tingkat rendah akan terganggu juga.






Sumber: aswarithekopites.blogspot.com
Read More
Pengertian NetBIOS?

Pengertian NetBIOS?




NetBIOS

     Nama NetBIOS adalah sebuah nama yang berukuran 16-byte yang digunakan oleh keluarga sistem operasiWindows NT untuk sebuah fungsi atau layanan jaringan. Nama NetBIOS digunakan oleh aplikasi-aplikasi yang memakai jasa protokol dan API NetBIOS. Menggunakan nama NetBIOS jauh lebih mudah dan lebih bersahabat untuk menidentifikasi sebuah host komputer dalam sebuah jaringan daripada menggunakan angka-angka (dalam hal ini adalah alamat IP). Nama NetBIOS dapat digunakan dalam aplikasi Windows NT, mulai dari Windows Explorer, Network Neighborhood, dan juga perintah command-line net (net start, net stop, net send, dan lain-lain).
Sama seperti halnya alamat IP, nama NetBIOS haruslah unik dalam sebuah jaringan; jika tidak, maka konflik akan terjadi dan sistem jaringan tidak akan dapat berjalan dengan baik. Dalam Windows 2000/XP/Server 2003, beberapa layanan jaringan (seperti halnya NetLogon) tidak menggunakan nama NetBIOS lagi, akan tetapi telah menggunakan Domain Name System (DNS). Meskipun demikian, aplikasi-aplikasi warisan Windows NT dapat berjalan di atas Windows 2000 ke atas dengan masih menggunakan nama NetBIOS untuk mengakses layanan-layanan tersebut.

Deskripsi Nama NetBIOS

     Setiap layanan yang menggunakan NetBIOS membutuhkan sebuah nama NetBIOS yang unik untuk mengidentifikasikan dirinya di dalam jaringan komputer. Nama NetBIOS terdiri atas dua buah komponen, yakni:

     Nama yang diberikan pada saat melakukan instalasi sistem operasi Windows, yang memiliki panjang maksimal 15 byte. Nama yang dimaksud dapat berupa nama komputer, nama domain, atau nama pengguna yang sedang melakukan log on. 1 byte angka heksadesimal yang mengidentifikasikan jenis layanan jaringan atau fungsi tertentu. Sebagai contoh, karakter keenambelas yang mengidentifikasikan layanan Windows NT Messenger adalah 0x03 (atau 03h). Pada sebuah komputer yang menjalankan Windows NT yang memiliki nama "KARMA", maka layanan Windows NT Messenger dapat dikenali di dalam jaringan dengan menggunakan nama NetBIOS sebagai KARMA[03h].

Nama NetBIOS juga dibedakan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

  • Sebuah nama yang unik (unique Name), yang dapat diaplikasikan ke sebuah alamat IP
  • Sebuah nama group (group Name), yang dapat diaplikasikan ke sebuah subnet alamat IP
  • Sebuah nama multihomed (multihomed Name), yang dapat diaplikasikan ke sekumpulan alamat IP multicast.

Tabel berikut ini menunjukan beberapa akhiran karakter keenambelas dalam nama NetBIOS dan asosiasinya dengan layanan jaringan yang digunakannya. Akhiran (heksadesimal)


  •   15 karakter pertama Jenis layanan Jenis nama
  •   00 Nama komputer Workstation service Unique Name
  •   00 Nama Domain Domain name service Unique Name
  •   03 Nama komputer Messenger service Unique Name
  •   03 Nama pengguna (atau alias) Messenger service Unique Name
  •   06 Nama komputer RAS Server service Unique Name
  •   20 Nama komputer File Server service Unique Name
  •   21 Nama komputer RAS Client service Unique Name
  •   1B Nama domain Domain master browser Unique Name
  •   1C Nama domain Domain controllers Group Name
  •   1D Nama domain Master browser Unique Name
  •   1E Nama domain Browser service election Group Name

     Untuk mengetahui nama NetBIOS yang terdaftar dalam komputer, gunakan perintah command-line "nbtstat -a [alamat IP]". Dokumentasi perintah nbtstat dapat dilihat pada Windows Help.

Nama NetBIOS versus Nama Host

     Ketika NetBIOS dijalankan di atas protokol TCP/IP (dengan kata lain, protokol yang digunakan adalah NetBIOS over TCP/IP), setiap komputer dapat memiliki beberapa nama, yakni nama untuk API NetBIOS dan nama host yang dibutuhkan oleh TCP/IP.

Nama NetBIOS  

     Setiap komputer yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows memiliki sebuah nama NetBIOS yang dapat dilihat dan diubah dengan menggunakan Control Panel-->System-->tab Computer Name. Nama NetBIOS akan digunakan ketika komponen jaringan Windows diinstalasikan atau dikonfigurasikan. Agar dapat terhubung ke sebuah komputer yang menjalankan TCP/IP dengan menggunakan nama NetBIOS miliknya, nama NetBIOS harus diterjemahkan terlebih dahulu (disebut dengan proses resolusi nama NetBIOS, lihat seksi selanjutnya) ke alamat IP. Nama NetBIOS sebuah komputer seringnya dibuat sama dengan nama host komputer tersebut, tapi tidaklah harus sama.

Nama host

     Nama NetBIOS untuk sebuah komputer dengan sistem operasi Windows tidaklah sama dengan nama host miliknya. Umumnya, sebuah komputer yang menjalankan protokol jaringan TCP/IP (baik itu menjalankan Windows, UNIX, Macintosh atau sistem lainnya) memiliki sebuah nama host (host name), yang sering disebut sebagai machine name atau DNS name. Umumnya, nama host komputer dalam komputer Windows adalah gabungan dari nama NetBIOS ditambah dengan Primary DNS Suffix yang dapat diset dengan menggunakan Control Panel.

Resolusi nama NetBIOS

     Proses ini merupakan sebuah proses untuk mengubah nama NetBIOS sebuah komputer menjadi alamat IP. Dengan proses ini, host-host NetBIOS dapat berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan menggunakan protokol TCP/IP. Ketika sebuah nama host telah diterjemahkan ke dalam alamat IP miliknya, maka protokol Address Resolution Protocol (ARP) kemudian dapat digunakan untuk melakukan resolusi alamat IP ke dalam MAC address. Karena MAC address telah diketahui, maka frame pun dapat diletakkan di atas media jaringan (kabel, radio, atau cahaya). Ketika pengguna hendak mengakses komputer lainnya dengan mengetikkan \\KARMA dari kotak isian Address dalam Windows Explorer, maka resolusi nama NetBIOS pun dilakukan agar alamat IP pun diketahui dan akhirnya komputer tersebut pun dapat dihubungi. Ada beberapa metode untuk melakukan resolusi nama NetBIOS, yang dapat dilukiskan dalam tabel berikut ini.

Metode Keterangan

     Melihat cache nama NetBIOS yang tersimpan dalam komputer local Tidak ada proses resolusi lagi, mengingat nama NetBIOS sudah sebelumnya diterjemahkan ke dalam alamat IP dan disimpan di dalam cache nama NetBIOS dalam komputer lokal.

Menghubungi NetBIOS Name Server

     Metode ini bekerja jika dan hanya jika ada sebuah NetBIOS Name Server yang dikonfigurasikan dalam sebuah jaringan, yang dapat berupa Windows Internet Name Service (WINS) atau Samba Name Server. Klien yang melakukan request akan mencoba untuk menghubungi NetBIOS Name Server utama sebanyak tiga kali sebelum berpindah ke NetBIOS Name Server sekunder (yang juga dilakukan tiga kali, itu pun jika ada).


  •    Melakukan broadcast local

Klien yang melakukan resolusi nama NetBIOS akan mengirimkan sebuah request NetBIOS Name Query secara broadcast. Klien akan mencoba tiga kali sebelum menyerah karena adanya kesalahan (akibat tidak ada pihak yang tahu alamat IP dari komputer yang dimintanya atau kesalahan pada jaringan).

  •    Melihat pada berkas LMHOSTS

Metode ini hanya dapat dilakukan dalam jaringan berbasis Microsoft Windows, yang akan memberikan kesempatan bagi klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS dengan melihat berkas LMHOSTS (LAN Manager HOSTS file), yang setara dengan berkas /etc/hosts dalam keluarga sistem operasi UNIX.

  •   Melihat pada berkas HOSTS

Metode ini hanya dapat dilakukan dalam sistem operasi Windows NT (Windows NT 5.x tidak memilikinya), di mana klien akan mencoba melihat ke dalam berkas hosts yang umumnya disimpan dalam %systemroot%\System32\drivers\etc\hosts. Metode ini akan diaktifkan mana kala opsi "Enable DNS For Windows Resolution" diaktifkan.


  •   Menghubungi server DNS

Jika semua metode menghasilkan kegagalan, maka cara terakhir yang dilakukan adalah menghubungi server DNS, jika memang dalam konfigurasi TCP/IP yang dimiliki oleh klien terdapat entri server DNS yang ditentukan. Klien akan mencoba dalam interval waktu 5 detik, 10 detik, 20 detik hingga 40 detik. Jika gagal, maka sistem operasi akan melaporkan bahwa host yang dituju tidak ditemukan.

Jenis Node NetBIOS

     Mekanisme yang pasti dalam melakukan resolusi nama NetBIOS ke dalam alamat IP tergantung dari jenis Node NetBIOS. RFC 1001 mendefinisikan beberapa NetBIOS Node Type yang dapat disusun dalam tabel berikut. Fungsi dari pembagian jenis Node NetBIOS ini adalah sebagai berikut:

  1. Penemuan nama NetBIOS (NetBIOS Name Discovery): Host-host yang menjalankan NetBIOS over TCP/IP yang hendak berkomunikasi dengan host yang sama harus membuat sebuah request yang berisi NetBIOS Name Query untuk melakukan resolusi nama NetBIOS ke dalam alamat IP.
  2. Registrasi nama NetBIOS (NetBIOS Name Registration): Host-host NetBIOS over TCP/IP harus melakukan registrasi terhadap nama NetBIOS miliknya ketika terhubung ke jaringan agar tidak terjadi duplikasi nama di dalam jaringan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan broadcast atau meneruskan paket langsung kepada NetBIOS Name Server (metode yang digunakan, tergantung jenis node-nya).
  3. Pelepasan nama NetBIOS (NetBIOS Name Release): Host-host NetBIOS over TCP/IP harus melepas nama NetBIOS yang dimilikinya ketika komputer tersebut di-shutdown atau layanan NetBIOS tertentu dimatikan. Hal ini mengizinkan nama yang dilepas oleh host, sebelumnya dapat digunakan oleh host lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan broadcast atau meneruskan paket langsung kepada NetBIOS Name Server (metode yang digunakan, tergantung jenis node-nya).


Jenis Node

Keterangan

  1. Broadcast Node (B-Node) Jenis node ini menggunakan mekanisme resolusi nama NetBIOS dengan melakukan broadcasting terhadap paket NetBIOS Name Query. Jenis node ini memiliki dua masalah, yakni dalam jaringan yang cukup besar, paket broadcast dapat meningkatkan beban jaringan, dan juga umumnya router tidak meneruskan paket-paket broadcast, sehingga resolusi nama NetBIOS pada B-Node hanya dapat dilakukan di dalam jaringan lokal saja.
  2. Peer-to-Peer Node (P-Node) Resolusi nama NetBIOS pada P-Node dilakukan dengan menggunakan NetBIOS Name Server, seperti halnya Windows Internet Name Service (WINS). P-Node tidak melakukan broadcast, tapi akan melakukan query terhadap Name Server secara langsung, sehingga lebih meringankan beban jaringan. Masalah utama yang signifikan dari P-Node adalah semua komputer harus dikonfigurasikan dengan menggunakan alamat IP dari NetBIOS Name Server, dan jika server mengalami "down" (dimatikan atau rusak), komputer tidak akan dapat berkomunikasi, meski dalam jaringan lokal.
  3. Mixed Node (M-Node) Mixed Node merupakan kombinasi dari B-Node dan P-Node. Secara default, M-Node berfungsi seolah-olah dirinya adalah B-Node. Jika tidak dapat melakukan resolusi nama NetBIOS secara broadcast, maka ia akan melakukan query terhadap NetBIOS Name Server (dengan kata lain, menjadi P-Node).
  4. Hybrid Node (H-Node) Hybrid Node merupakan kombinasi dari P-Node dan B-Node. Secara default, H-Node berfungsi seolah-olah dirinya adalah P-Node. Jika tidak dapat melakukan resolusi nama NetBIOS dengan menggunakan NetBIOS Name Server, ia akan mencoba melakukannya dengan menyebarkan paket query nama NetBIOS secara broadcast (dengan kata lain, menjadi B-Node).
  5. Microsoft Enhanced B-Node Resolusi alamat NetBIOS dengan menggunakan berkas LMHOSTS, yang merupakan jenis node default dalam klien Windows jika tidak ada NetBIOS Name Server dalam jaringan.
  6. Dalam Windows XP dan Windows Server 2003, ketika NetBIOS over TCP/IP diaktifkan, sistem-sistem tersebut secara default menggunakan B-Node dan menjadi H-Node ketika ada sebuah WINS Server yang dikonfigurasikan dalam konfigurasi TCP/IP. Konfigurasi jenis Node NetBIOS ini dapat dilakukan dengan menyunting registry atau dengan menggunakan DHCP Option nomor 46. Untuk melihat jenis node yang sedang digunakan, dapat menggunakan perintah ipconfig /all dari command prompt. Dokumentasi lengkap mengenai program IPCONFIG dapat dilihat pada Windows Help.

NetBIOS over TCP/IP

     NetBIOS over TCP/IP (sering disingkat menjadi NBT atau NetBT) adalah sebuah protokol jaringan yang mengizinkan aplikasi jaringan komputer yang lama yang menggunakan Application Programming Interface (API) NetBIOS agar dapat digunakan di dalam jaringan modern berbasis protokol TCP/IP. NetBIOS over TCP/IP didefinisikan di dalam RFC 1001 , RFC 1002 , dan RFC 1088 .

     API NetBIOS dikembangkan pada awal dekade 1980-an, yang ditujukan untuk jaringan-jaringan komputer skala kecil (kira-kira jaringan komputer yang memiliki jumlah anggota selusin saja). Beberapa aplikasi masih menggunakan API NetBIOS dan tidak dapat bekerja dengan benar dalam jaringan komputer modern yang terdiri atas banyak komputer ketika NetBIOS dijalankan di atas NetBEUI. Ketika dikonfigurasikan dengan benar, NetBIOS over TCP/IP ini dapat mengizinkan aplikasi-aplikasi jaringan komputer yang berbasis API NetBIOS agar dapat berjalan di dalam jaringan berbasis protokol TCP/IP (termasuk di antaranya jaringan Internet) tanpa harus ada perubahan.


Sumber: telekomunikasijaringan.blogspot.com
Read More